Biaya Avtur Naik, Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Sesuai Ketentuan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: REUTERS

Kenaikan nilai avtur nan terjadi akibat bentrok di Timur Tengah dipastikan membikin nilai tiket pesawat naik.

Pemerintah melalui Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, juga telah mengizinkan kenaikan nilai tiket pesawat domestik sebesar 9-13 persen.

Kebijakan ini untuk merespons lonjakan nilai avtur global, nan berkontribusi signifikan hingga 40 persen terhadap biaya operasional maskapai.

Menanggapi perihal tersebut, maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan jasa penerbangan tetap melangkah di tengah tekanan industri dunia nan dipicu ketidakpastian geopolitik dan lonjakan nilai bahan bakar, termasuk avtur.

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside

Langkah tersebut sejalan dengan penerapan kebijakan pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026 mengenai penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik, serta rencana stimulus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen nan ditanggung pemerintah (DTP).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan keterjangkauan jasa transportasi udara bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekosistem industri penerbangan nasional.

"Sebagai tindak lanjut, Garuda Indonesia bakal melakukan penyesuaian nilai tiket secara proporsional dan terukur. Penyesuaian ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap izin nan berlaku," ujar Gelenny, seperti dikutip dari keterangan resminya.

Garuda Indonesia Sesuaikan Operasional

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dok. BNPB

Maskapai juga menegaskan bahwa pertimbangan nilai bakal dilakukan secara berkala, mengikuti pergerakan nilai avtur nan condong fluktuatif.

Di tengah tekanan biaya operasional, Garuda Indonesia turut menyiapkan langkah mitigasi dengan mengkaji optimasi gelombang dan agenda penerbangan di sejumlah rute. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produktivitas kapasitas, sekaligus memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.

Glenny menegaskan bahwa perusahaan bakal terus mencermati perkembangan geopolitik, serta dinamika industri aviasi global. Garuda Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan jasa penerbangan nan kondusif dan andal, serta mendukung konektivitas nasional di tengah tantangan industri nan tetap berlangsung.

"Ke depan, Garuda Indonesia berkomitmen untuk tetap adaptif dalam mengambil langkah strategis, guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan upaya dan aksesibilitas jasa bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan