Bank Indonesia melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) nan mengindikasikan keahlian aktivitas bumi upaya pada kuartal I 2026 terjaga.
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan, kondisi ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen dengan keahlian kebanyakan Lapangan Usaha (LU) tercatat positif.
Kinerja LU berasal dari LU Jasa Keuangan, LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor.
“Perkembangan ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada beragam Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian,” kata Anton dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Lebih lanjut, Anton menyebut pada kuartal I 2026 kapabilitas produksi terpakai tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan dengan kuartal IV 2025 sebesar 73,15 persen.
Pendorong kenaikan kapabilitas produksi adalah keahlian LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta LU Industri Pengolahan.
Selain itu, finansial bumi upaya juga dalam kondisi baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas, dengan akses angsuran nan lebih mudah.
“Responden memperkirakan aktivitas upaya pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen,” imbuh Anton.
Sumber peningkatan aktivitas upaya diperkirakan adalah LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, kondisi ini sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan.
Kemudian sumber lainnya adalah LU Pertambangan dan Penggalian nan didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, juga LU Konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·