BGN Bandingkan MBG dengan 100 Tahun Program Serupa di Jepang: Sudah Berdampak

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Menko PM, Muhaimin Iskandar didampingi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya memberikan keterangan pers usai Satu Tahun Perjalanan MBG di Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti pencapaian luar biasa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan baru menginjak usia 1 tahun 3 bulan di Indonesia. Mereka membandingkan program ini dengan program school meal di Jepang, nan sudah melangkah sekitar 100 tahun lebih.

​​"Kalau Jepang baru 100 tahun berdiri melaksanakan program school meal, di Indonesia alhamdulillah sudah 1 tahun, jadi sudah 1 tahun 3 bulan," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, saat memaparkan info dalam aktivitas Talkshow Refleksi Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Kamis (16/4).

Meski baru setahun, Sony membeberkan bahwa program unggulan ini telah menyentuh puluhan juta penerima faedah dan membuka jutaan lapangan kerja.

​"Dari jumlah SPPG tersebut, sekitar 1,8 juta relawan dan pekerja telah terlibat. Semuanya itu adalah pelibatan masyarakat, itulah bentuk pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Sony tak sepakat dengan dugaan nan menyebut bahwa kucuran biaya besar untuk MBG hanya dinikmati segelintir orang saja. Ia memastikan, biaya tersebut berputar dan terserap sampai akar rumput (grassroot).

​"Setiap hari mencapai Rp 986 miliar duit dikucurkan oleh pemerintah langsung mengalir ke grassroots, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan. Rp 600 miliar lebih setiap hari diserap lenyap oleh pedagang beras, pedagang ayam, telur, daging, sayur, dan buah. Jadi mengalir ke elite yang mana? Ini mengalir ke saudara-saudara kita langsung," tegas Sony.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan