Bank Indonesia Catat Industri Pengolahan Kuartal I 2026 Meningkat, PMI 52,03%

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ilustrasi Pabrik Manufaktur. Foto: industryviews/Shutterstock

Bank Indonesia (BI) melaporkan keahlian lapangan upaya industri pengolahan pada kuartal I 2026 tercatat meningkat dan tetap berada dalam fase ekspansi.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitno, mengatakan keahlian tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 52,03 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya nan sebesar 51,86 persen.

“Berdasarkan komponen pembentuknya, Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Produksi, dan Volume Total Pesanan tercatat berada pada fase ekspansi,” kata Anton melalui keterangan tertulis, Jumat (17/4).

Sejumlah pekerja melangkah di area Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Anton mengungkapkan berasas sublapangan usaha, sebagian besar sektor juga mencatatkan keahlian ekspansif. “Dengan indeks tertinggi pada Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, serta Industri Makanan dan Minuman,” terang Anton.

Memasuki triwulan II 2026, keahlian industri pengolahan pun diperkirakan bakal terus menguat dengan PMI-BI nan diproyeksikan meningkat menjadi 52,26 persen. Anton mengatakan, ekspansi ini diperkirakan tetap ditopang oleh kenaikan volume produksi, persediaan peralatan jadi, dan total pesanan.

“Mayoritas Sub-LU diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Furnitur, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, serta Industri Makanan dan Minuman,” tutur Anton.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan