Jakarta -
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tetap melakukan komunikasi mengenai dua kapal PT Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Pride dan Gamsunoro, agar bisa melintasi Selat Hormuz.
Menurutnya komunikasi sudah intens dilakukan dan dia meminta semua pihak bermohon agar proses negosiasi nan dilakukan sukses membikin dua kapal Pertamina dapat melalui Selat Hormuz.
Menurut Bahlil bilang ada titik cerah di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu. Dia berambisi dua minggu ke depan, dua kapal Pertamina bisa melalui Selat Hormuz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi dilakukan komunikasi nan intens mengenai dua kapal itu. Insyaallah, doain bisa cepat. Dengan redanya jarak dua minggu eskalasi timur tengah mudah-mudahan bisa selesai," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Soal stok BBM dan LPG di dalam negeri, meskipun dua kapal tersebut tetap belum bisa melalui Selat Hormuz, Bahlil meminta masyarakat tak usah khawatir. Sebab, Indonesia tetap mempunyai opsi pasokan BBM dan LPG di luar area Timur Tengah.
"Kita sudah ambil dari Australia, Amerika, dan negara lain," papar Bahlil.
(hal/hns)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·