AS-Iran Gencatan Senjata, Harga Minyak Langsung Turun!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Harga minyak bumi langsung turun usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju proporsal dari Iran, dan gencatan senjata selama dua minggu.

Dikutip dari Reuters, Rabu (8/4/2026) nilai minyak mentah Brent turun US$ 14,51 alias 13,3%, menjadi US$ 94,76 per barel. Sementara WTI turun US$ 17,16, alias 15,2%, menjadi US$ 95,79 per barel.

Adapun penurunan ini dipicu kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran. Kemudian juga bakal adanya pembukaan kembali Selat Hormuz secara kondusif jika AS menghentikan serangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bakal menjadi gencatan senjata dua sisi!" tulisnya di media sosialnya.

Meski nilai minyak turun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Sejumlah negara Teluk tetap melaporkan peluncuran rudal dan serangan drone, serta mengeluarkan peringatan kepada warga.

Analis MST Marquee Saul Kavonic menilai akibat terhadap Selat Hormuz tetap tetap bakal tinggi ke depan.

"Bahkan dengan kesepakatan damai, Iran mungkin bakal lebih berani menakut-nakuti Selat Hormuz lebih sering di masa mendatang, dan pasar bakal memperhitungkan peningkatan akibat terhadap Selat Hormuz ke depannya," katanya.

Trump mengatakan AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran nan dia sebut sebagai dasar nan layak untuk bermusyawarah dan mengatakan bahwa kedua pihak telah mencapai kemajuan nan signifikan dalam mencapai kesepakatan definitif untuk perdamaian jangka panjang.

"Ini adalah awal nan baik dan dapat membuka jalan menuju pembukaan kembali nan lebih permanen - tetapi tetap banyak perihal nan perlu dipertimbangkan," kata analis IG, Tony Sycamore.

WTI mempertahankan nilai premiumnya di atas Brent, sebuah kebalikan dari pola nilai tipikal lantaran perjanjian pengirimannya untuk bulan Mei sementara Brent untuk bulan Juni, nan mencerminkan bahwa barel dengan tanggal pengiriman lebih awal dihargai lebih tinggi.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance