Bintang sinetron Anrez Adelio mengungkap kekecewaannya mengenai persoalan pribadinya nan diangkat oleh Icel ke ruang publik. Ia menilai perihal tersebut tidak semestinya dijadikan konsumsi publik.
“Dari awal saya ngerasa kayak hal-hal seperti itu tuh bukan perihal nan layak untuk dipublikasikan, untuk di-koar-koarkan. Kok bisa bangga keluar untuk koar-koar soal aib,” ujar Anrez Adelio, Kamis (9/4).
Menurut Anrez, persoalan pribadi semestinya diselesaikan melalui jalur nan tepat, bukan diumbar ke media. Ia juga mempertanyakan argumen di kembali narasi nan terus berkembang di publik.
“Aib loh, bukan perihal nan untuk dipertontonkan, bukan perihal nan untuk dijadikan konsumsi publik. Makanya menurut saya nggak etis aja,” lanjutnya.
Di sisi lain, Anrez menegaskan dirinya memilih untuk tidak banyak berbincang di media sejak awal kasus mencuat. Ia mengaku mau menghormati proses norma nan berjalan.
“Aku sudah janji untuk tidak berklarifikasi di media sebelum saya penjelasan di nan berwenang. Jadi saya pilih diam,” ujarnya.
Ia juga mengaku tidak mau membalas narasi nan beredar di publik dengan langkah serupa. Menurutnya, menggiring opini justru bakal memperkeruh situasi.
“Makanya saya banyak diam. Aku nggak mau melakukan perihal nan sama, ribut ngomong ini itu nggak ada gunanya,” ucapnya.
Anrez menambahkan, dirinya lebih memilih membuktikan segala perihal melalui jalur norma dengan menyerahkan bukti kepada pihak berwenang.
“Aku punya banyak bukti. Tapi saya serahkan dulu ke pihak nan berkuasa agar lebih etis, bukan dibeberkan ke publik,” katanya.
Meski demikian, Anrez memastikan dirinya tetap kooperatif dalam menjalani proses norma nan ada. Ia datang memenuhi panggilan interogator untuk memberikan penjelasan atas laporan nan masuk.
“Saya mengikuti proses norma saja. Kita hormati prosesnya,” tutup Anrez.
Anrez Adelio terjerat kasus norma mengenai dugaan kekerasan seksual nan dilaporkan oleh Friceilda Prillea namalain Icel.
Pada 29 Desember 2025, Icel secara resmi melaporkan Anrez Adelio ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual. Laporan ini terdaftar dengan nomor LP/B/9510/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Icel mengaku mengalami kekerasan seksual secara berulang kali, termasuk adanya ancaman penyebaran video pribadi agar korban mau melakukan hubungan badan. Dugaan peristiwa itu terjadi sejak September 2024 hingga Mei 2025.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·