36 Tahun Jadi Eksportir Tekstil Dunia, Intip Penampakan Pabriknya

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). PT Mitra Saruta Indonesia (MSI) bisa memperkuat sebagai eksportir tekstil selama 36 tahun sejak berdiri pada 1989. Perusahaan nan berbasis di Nganjuk, Jawa Timur ini menjadi salah satu contoh industri padat karya nan konsisten menembus pasar global. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 1.700 tenaga kerja dan mempunyai keahlian mengolah limbah tekstil hingga 3.500 ton per bulan. Dari limbah tersebut, MSI memproduksi beragam olahan tekstil berbobot tambah. Produk unggulan MSI meliputi benang dan sarung tangan untuk beragam kebutuhan. Jepang menjadi tujuan ekspor utama, disusul Amerika Serikat, dengan hubungan jual beli nan telah terjalin sejak awal perusahaan mulai menembus pasar internasional. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Saat ini, kapabilitas produksi sarung tangan mencapai 1,5 juta lusin pasang per bulan, sementara produksi benang berwarna mencapai 3.250 ton per bulan. Produk benang telah diekspor ke 29 negara, sedangkan sarung tangan menjangkau 21 negara di beragam kawasan. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci ketahanan MSI menghadapi beragam krisis global, termasuk gejolak perdagangan dunia. Menurut manajemen, pasar nan tersebar luas membikin akibat krisis tidak terlalu signifikan terhadap keahlian perusahaan. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Selain itu, perusahaan tidak berjuntai pada bahan baku impor lantaran seluruh produksi berbasis limbah tekstil dari dalam negeri. Strategi menjaga stok bahan baku dan stabilitas nilai juga membantu menjaga kepercayaan pengguna serta kelangsungan produksi. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Dukungan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) turut memperkuat ekspansi MSI. Melalui akomodasi angsuran modal kerja dan investasi, perusahaan bisa meningkatkan kapabilitas upaya sekaligus memperluas pasar ekspor sesuai mandat pemerintah dalam mendorong ekspor nasional. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News