30.000 Kopdes Ditargetkan Beroperasi Agustus, Ada Klinik-Apotek

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopdesKel) Merah Putih beraksi pada Agustus 2026. Salah satu gerai jasa nan bakal dibuka di Kopdeskel Merah Putih, ialah toko obat dan klinik desa.

Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenkop dengan BPJS Kesehatan. Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop), Ahmad Zabadi, menyatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) nan telah ditandatangani antara Menteri Koperasi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan pada 23 Desember 2024 lalu.

Zabadi menyebut rencana besar pemerintah untuk meresmikan operasional 30.000 Kopdeskel Merah Putih pada Agustus. Langkah ini diharapkan bisa menyentuh puluhan juta masyarakat desa secara langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita hitung rata-rata anggotanya seribu orang saja, berfaedah minimal ada 30 juta masyarakat desa dan kelurahan nan bakal terfasilitasi di tahap pertama," ujar Zabadi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

Zabadi menjelaskan potensi cakupan ini tetap sangat luas mengingat terdapat total 83.393 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Jika seluruh wilayah tersebut mempunyai koperasi dengan rata-rata 1.000 anggota, maka terdapat lebih dari 80 juta orang nan kudu dipastikan mendapatkan kewenangan jasa kesehatan.

Zabadi menekankan koperasi ke depan tidak hanya bergerak di sektor ekonomi, tetapi juga menjadi penyedia akses medis melalui kehadiran toko obat dan klinik.

"Gerai toko obat dan klinik bakal menjadi bagian penting. Kami mau memastikan masyarakat desa bisa mendapatkan akses obat-obatan dan jasa kesehatan melalui toko obat Koperasi Desa Kelurahan Anggota Putih," jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa saat ini cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98% dari total masyarakat Indonesia.

Fokus utama dari kerjasama ini, kata Prihati, adalah menjaga keberlangsungan program serta memastikan kualitas jasa kesehatan nan merata guna mencegah masyarakat jatuh miskin akibat beban biaya pengobatan.

"Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU untuk bisa bekerja sama dalam rangka melaksanakan program JKN bisa sampai ke desa, masuk ke ekosistem Koperasi Merah Putih, kemudian ke ekosistem MBG dan SPPG ke daerah-daerah," ujar Prihati.

Simak juga Video 'Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Lapangan Kerja bagi Generasi Muda':

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance