makassar, CNN Indonesia --
Polisi mengamankan 39 karung berisikan bahan kimia rawan jenis sianida seberat 1,9 ton dari sebuah kapal diduga dari Filipina di perairan Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Bahan kimia sianida itu disembunyikan seolah pupuk organik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya ada laporan penduduk ditemukan kapal tengah kandas. Puluhan karung sianida itu disamarkan dengan pupuk organik," kata Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol Devy Firmansyah dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Sementara ini, kata Firmansyah, pihaknya tetap menyelidiki pemilik peralatan rawan tersebut.
Pasalnya, anak buah kapal (ABK) telah kabur lebih dulu sebelum petugas tiba.
"Berdasarkan keterangan saksi bahwa muatan kapal dikemas dalam karung plastik warna putih dan diketahui pemilik peralatan adalah laki-laki inisial LP nan telah mendatangi kapal tersebut saat terdampar dan mengambil bagian peralatan itu," ungkapnya.
Sebanyak 39 karung itu kemudian dibawa ke laboratorium forensik. Hasilnya, positif bahwa karung-karung itu mengandung senyawa sianida (CN).
"Kami mendalami kebenaran LP selaku pihak krusial untuk dilakukan permintaan keterangan perihal mengetahui kepemilikan 39 karung sianida nan diangkut dengan menggunakan kapal tersebut," jelasnya.
Dalam kasus ini, kata Firmansyah, interogator menerapkan pasal 102 huruf a Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan dengan ancaman balasan 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·